Minggu, 18 Maret 2012

2800W high power audio amplifier

2800W high power audio amplifier

↓ Advertisement
Mono power amplifier is actually a powerful 1400 W, but if this circuit is doubled and you want to create stereo, the necessary components and pcb requires two-fold. So if the stereo power amplifier 2 X 1400W. Above scheme is still less by looking at the circuit that was so below, the finished circuit has been added with a gains using JRC4558 IC by the two and the picture ic where it can be seen below. For circuit buffers, drivers, and booster use multiple transistors and other components (can be seen listed component). And amplifier project that is so below is just part of the buffer and driver while the booster has not been made​​. For additional transistors in the booster or amplifier end scheme can be found here.
2800W power amplifier
Click schematic to view larger
Part List :

Resistor
R1_____560Ω
R2_____100Ω
R3_____2K2Ω
R4_____560Ω
R5_____1Ω
R6_____27KΩ
R7_____10KΩ
R8_____100Ω
R9_____100Ω
R10____100Ω
R11____12KΩ
R12____100Ω
R13____100Ω
R14____100Ω
R15____27KΩ
R16____2K2Ω
R17____560Ω
R18____100Ω
R19____10KΩ
R20____330Ω
R21____47Ω 2W
R22____56Ω
R23____2K2Ω
R24____22Ω
R25____56Ω
R26____180Ω
R27____500-1KΩ Trim
R28____560Ω
R29____56Ω
R30____56Ω
R31____22Ω 1W
R32____5Ω6 2W
R33____10Ω
R34____180Ω
R35____100Ω
R36____22Ω 2W
R37____180Ω
R38____56Ω
R39____47Ω 2W
R40____5Ω6 2W
R41____10Ω
R42____10Ω
R43____10Ω
R45____10Ω
R46____0.22Ω 5W
R47____0.22Ω 5W
R48____0.22Ω 5W
R49____0.22Ω 5W
R50____10Ω 5W

Capacitor
C1_____1цF
C2_____1.5nF
C3_____0.1цF 250-275V
C4_____0.1цF 250-275VC5_____100nF
C6_____100цF 50V
C7_____39pF
C8_____330pF
C9_____330pF
C10____330pF
C11____47nF 250-275V
C12____220nF 250-275V

Transistor
T1_____MJE340
T2_____2N5551 / C2240
T3_____2N5551 / C2240
T4_____2N5551 / C2240
T5_____2N5551 / C2240
T6_____2N5401 / BF423
T7_____2N5401 / BF423
T8_____2N5401 / BF423
T9_____2N5401 / BF423
T10____MJE350
T11____B1186
T12____TIP127
T13____D1763
T14____D1763
T15____B1186
T16____C5198
T17____A1941
T18____2SC2922 / MJ15024G
T19____2SC2922 / MJ15024G
T20____2SA1216 / MJ15025G
T21____2SA1216 / MJ15025G
2800W power amplifier circuit
This installation include gain JRC4558

2 x 1400W high power amplifier
This is pcb design

high power amplifier 1400W
Installation with booster

BLAZER POWER AMPLIFIER CIRCUIT

This is a  power amplifier blazer circuit provides up to 1000Watt . This interesting routes many good bass and treble alive. Importantly should choose Power supply source, which has been fairly high voltage class 70Vdc GND -70V 10A is the current low level

The transistors 2SC3858 and 2SA1494 are feature high bandwidth, excellent safe operating area, high linearity and high gain. Driver transistors are 2SC5200 and 2SA1943. All devices are rated at 230V, with the power transistors having a 150W dissipation and the drivers are 50W.
1000 watt Blazer Amplifier Circuit
This circuit describes an amplifier, power supply and tests procedures that are all inherently dangerous. Nothing described in this article should even be considered unless you are fully experienced, know exactly what you are doing, and are willing to take full 100% responsibility for what you do. There are aspects of the design that may require analysis, fault-finding and/or modification.

daftar TRANSISTOR power audio daya besar

  • SANKEN TRANSISTOR MT200 -160V -4A 150W BCE Transistor, Type: SI-P, Voltage: 160 V, Current: 15 A, Power: 150 W, Frequency: 50 MHz
  • On Semiconductor NJL3281D (NPN) /NJL1302D (PNP) BIPOLAR POWER TRANSISTORS 15 AMP, 260 VOLT, 200 WATT The ThermalTrak family of devices has been designed to eliminate thermal equilibrium lag time and bias trimming in audio amplifier applications. They can also be used in other applications as transistor die protection devices.
Tabel1.1
ModelManuDescriptionVco(V)Ic(A)PD(W)hFE.fT(MHZshape.Complementary
2SA1215Sanken PNP160151505050MT2002SC2921
2SA1216Sanken PNP180172003040MT2002SC2922
2SA1295Sanken PNP230172005035MT2002SC3264
2SA1493Sanken PNP200151505020MT2002SC3857
2SA1494Sanken PNP200172005020MT2002SC3858
2SA1943Toshiba PNP2301515060302-21f1A2SC5200
2SB817Sanyo PNP1401210060 - 20015TO-3PB2SD1047
2SC2922SankenNPN18017200
50MT2002SA1216
2SC3857SankenNPN20015150
20MT2002SA1493
2SC5200ToshibaNPN23015150
302-21f1A2SA1943
2SD1047SanyoNPN1401210060 - 20015TO-3PB2SB817
MJ15003OnsemiNPN1402025025-1502TO-3MJ15004
MJ15004OnsemiPNP1402025025-1502TO-3MJ15003
MJ15024OnsemiNPN2501625015-604TO-3MJ15025
MJ15025OnsemiPNP2501625015-604TO-3TIP36C
TIP35CSTNPN1002512525-503TO-218TIP35C
TIP36CSTPNP1002512525-503TO-218Juned
TIP142STNPN-Darlington100101251000min
TO-218Juned
TIP147STPNP-Darlington100101251000min
TO-218

Selasa, 20 September 2011

Sunah-Sunah Salat


Salat mempunyai beberapa sunah yg dianjurkan utk kita kerjakan sehingga menambah banyak pahala kita. Sunah-sunah tersebut di antaranya adl sebagai berikut.
    Mengangkat kedua tangan sejajar dgn bahu atau sejajar dgn kuping pada keadaan sebagai berikut
    • ketika bertakbiratul ihram
      ketika rukuk
      ketika bangkit dari rukuk
      ketika berdiri setelah rakaat kedua ke rakaat ketiga.
  • Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Umar ra “Bahwasanya Nabi saw apabila beliau melaksanakan salat beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dgn kedua bahu beliau kemudian membaca takbir. Apabila beliau ingin rukuk beliau pun mengangkat kedua tangannya seperti itu dan begitu pula kalau beliau bangkit dari rukuk.” Adapun ketika berdiri utk rakaat ketiga hal ini berdasarkan apa yg dilakukan Ibnu Umar krn beliau apabila berdiri dari rakaat kedua beliau mengangkat kedua tangannya. {HR Bukhari secara mauquf al Hafiz Ibnu Hajar berkata “Dan riwayat ini dihukumi marfu.” Ibnu Umar menisbatkan hal tersebut kepada Nabi saw.
    Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawah dada dan di atas pusar. Hal ini berdasarkan perkataan Sahl bin Sa’d ra “Orang-orang disuruh utk meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam salat.” Dan berdasarkan hadis Wail bin Hijr ra “Saya pernah salat bersama Nabi saw kemudian beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri di atas dadanya.”
    Membaca doa iftitah. Ada beberapa contoh doa iftitah di antaranya dalam membaca ayat-ayat atau doa-doa utk amalan ibadah sebaiknya mencari tahu langsung kepada seorang guru yg dapat menunjukkan aturan-aturan cara membunyikan bahasa atau istilah Alquran dan Hadis. Hal ini bermaksud agar tidak terjadi salah pengucapan dan salah pengertian terhadap suatu doa atau ayat Alquran. Yang lbh penting lagi krn kita dituntut utk mengikuti petunjuk yg ada}. “Alloohumma baa ‘id bainii wa baina khothooyaa yakamaa baa ‘ad ta bainal masyriqi wal maghribiAlloohumma naqnii min khothooyaa yakamaa yunaqqotstsaubul abyadhu minaddanasiAlloohummagh silnii min khothooyaa yabillatstsalji wal maa’i wal barodi.” “Ya Allah jauhkanlah jarak antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari segala dosa-dosaku sebagaimana pakaian yg putih dibersihkan dari noda. Ya Allah basuhlah dosa-dosaku dgn air es dan embun.”“Subhaanakalloohumma wabihamdika watabaarokasmuka wata’alaa jadduka walaa ilaa ha ghoiruka.” “Maha Suci Engkau ya Allah dan dgn memuji-Mu. Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi kebesaran-Mu dan tiada Ilah selain Engkau.” “Wajjahtu wajhiya lilladzii fathorossamawaati walardho hanifammuslimaawwamaa anaa minal musyrikiina. Inna sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi robbal ‘aalamiina. Laasyariikalahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.” “Saya hadapkan wajahku kepada Tuhan yg menciptakan langit dan bumi dgn tunduk sebagai orang muslim dan tidaklah aku termasuk gologan orang musyrik. sesungguhnya salat dan ibadahku hidup dan matiku itu bagi Allah Tuhan sekalian alam tiada sekutu bagi-Nya dgn itulah kami diperintah dan aku termasuk orang-orang yg berserah diri.”
    Membaca istiazah pada rakaat pertama dan membaca basmalah dgn suara pelan pada tiap-tiap rakaat. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT “Maka apabila kamu membaca Alquran maka hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari setan yg terkutuk.”
    Membaca amin setelah membaca surat Al-Fatihah. Hal ini disunahkan kepada tiap orang yg salat baik sebagai imam maupun makmum atau salat sendirian. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw “Apabila imam membaca amin maka ucapkanlah pula olehmu. Maka sesungguhnya barangsiapa yg bacaan aminnya berbarengan dgn aminnya malaikat maka akan diampuni segala dosa-dosanya yg terdahulu.” Dari sahabat Wa’il bin Hijr “Saya mendengar Rasulullah membaca Ghairil maghdubi ‘alaihim waladdoolliin lalu beliau ucapkan “aamiin” dgn suara panjang. .
    Membaca ayat setelah membaca surat Al-Fatihah. Dalam hal ini cukup dgn satu surat atau beberapa ayat Alquran pada dua rakaat salat Subuh dan dua rakaat pertama pada salat Duhur Asar Magrib dan Isya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw “Rasulullah saw ketika salat Duhur membaca Ummul Kitab dan dua surat pada dua rakaat pertama dan beliau membaca Ummul Kitab saja pada dua rakaat berikutnya dan terkadang beliau perdengarkan ayat kepada para sahabat.”
    Mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surat pada waktu salat jahriah dan merendahkan suara pada salat yg dipelankan bacaannya . Yaitu mengeraskan suara pada dua rakaat yg pertama pada shalat Magrib dan Isya dan pada kedua rakaat shalat Subuh. Dan merendahkan suara pada yg lainnya. Ini semuanya dalam pelaksanaan shalat fardu dan ini dicontohkan dan populer dari Rasulullah saw baik secara perkataan maupun perbuatan. Adapun pada salat sunah maka dianjurkan utk merendahkan suara apabila dilaksanakan pada siang hari dan disunahkan mengeraskan suara jika salat sunah itu dilaksanakan pada waktu malam hari terkecuali apabila takut mengganggu orang lain dgn bacaannya itu maka disunahkan baginya utk merendahkan suara ketika itu.
    Memanjangkan bacaan pada salat Subuh membaca dgn bacaan yg sedang pada shalat Duhur Ashar dan Isya dan disunahkan memendekkan bacaan pada salat Magrib. Hal ini berdasarkan hadis berikut. “Dari Sulaiman bin Yasar dari Abu Hurairah ra beliau berkata ‘Aku tidak pernah melihat seseorang yg lbh mirip salatnya dgn salat Rasulullah daripada si Fulan -seorang imam di Madinah.’ Sulaiman berkata ‘Kemudian aku salat di belakang orang tersebut dia memperpanjang bacaan pada dua rakaat pertama salat Duhur dan mempercepat pada dua rakaat berikutnya. Mempercepat bacaan surat dalam salat Asar. Dan pada dua rakaat pertama salat Magrib ia membaca surat mufasal yg pendek sedang pada dua rakaat pertama shalat Isya ia membaca surat mufasal yg sedang selanjutnya pada shalat Subuh ia membaca surat-surat mufasal yg panjang’.”
    Cara duduk yg diriwayatkan dari Rasulullah saw dalam salat adl duduk bertumpu pada paha kiri pada semua posisi duduk dan semua tasyahud selain tasyahud akhir. Apabila ada dua tasyahud dalam salat itu maka dia harus duduk tawaruk pada tasyahud akhir. Hal ini berdasarkan perkataan Abu Hamid as Sa’idi di hadapan para sahabat. Ketika ia menerangkan salat Rasulullah saw di antaranya menyebutkan “Maka apabila beliau duduk setelah dua rakaat beliau duduk di atas kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki kanan dan apabila beliau duduk pada rakaat akhir beliau majukan kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki yg satunya dan beliau duduk di lantai.” Iftirasy Yaitu duduk di atas kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki kanan.Tawaruk Yaitu meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kanan kemudian mendudukkan pantat di alas/lantai dan menegakkan telapak kaki kanan. Keterangan Rasulullah saw apabila duduk tasyahud beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kiri dan tangan kanannya di atas paha kanan kemudian beliau menelunjukkan dgn jari telunjuk . Dan beliau tidak melebihkan pandangannya dari telunjuk itu.
    Berdoa pada waktu sujud. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw“Ketahuilah! Sesungguhnya aku dilarang membaca Alquran ketika rukuk dan sujud. Adapun yg dilakukan pada waktu sujud maka hendaklah kamu membesarkan Rabbmu dan pada waktu sujud maka hendaklah kamu bersungguh-sungguh berdoa niscaya dikabulkan doamu.”
    Membaca selawat utk Nabi saw pada waktu tasyahud akhir. Tetapi menurut ulama mazab Hanbali dan Syafi’i membaca selawat ini fardu sedangkan yg sunah adl selawat utk keluarga nabi. Dari Ka’b bin ‘Ujrah ia berkata “Kami bertanya ‘Ya Rasulullah kami telah tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepada Anda. Sekaang bagaimana pula cara memberi selawat bagi Anda?’ Ia menjawab ‘Katakanlah “Alloohumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa sallaita ‘alaa aali Ibraahiima innaka hamiidun majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali Ibroohiima innaka hamiidun majiid.” “Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau berkati keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.”
    Berdoa setelah selesai dari membaca tasyahud dan membaca salawat utk Nabi dgn doa yg dicontohkan Rasulullah saw. Di antara doa tersebut adalah Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda “Jika salah seorang di antaramu telah selesai membaca tasyahud akhir hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal dgn membaca “Alloohumma inni a’uuzu bika min ‘azaabi jahannam wa min ‘azaabil qabri wa min fitnatil mahyaaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal.” “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam dari siksa kubur dari bencana kehidupan dan kematian serta dari kejahatan bencana Dajjal si penipu.” Dari Ali ia berkata “Bila Rasulullah mengerjakan salat maka ucapan terakhir yg dibacanya di antara tasyahud dan salam ialah “Alloohummaghfir lii maa qoddamtu wa maa akhkhortu wa maa asrortu ma maa a’lantu wa ma asroftu wa maa anta a’lamu bihii minnii antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha illaa anta.” “Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yg terdahulu maupun yg kemudian yg kusembunyikan dan yg kutampakkan apa-apa yg aku berlebihan dan segala apa yg Engkau sendiri lbh mengetahuinya daripadaku. Engkaulah yg memajukan dan Engkau pula yg mengakhirkan. Tiada tuhan melainkan Engkau.”
    Mengucapkan salam ke sebelah kiri. Namun ulama Hanbali berpendapat mengucapkan salam dua kali ke sebelah kanan dan kiri adl fardu.
    Menoleh sewaktu mengucapkan salam ke sebelah kanan dan kiri hingga dapat terlihat pipinya dari belakang. “Bahwasanya Rasulullah saw melakukan salam ke kanan dan ke kiri sehingga terlihat putihnya pipi beliau.”
    Beberapa dzikir dan do’a setelah salam. Telah diriwayatkan beberapa dzikir dan do’a setelah salam dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam yg disunnahkan utk dibaca. Di sini akan kami pilihkan beberapa dzikir dan do’a di antaranya Dari Tsauban ra ia berkata Rasulullah saw apabila selesai salat beliau membaca istigfar tiga kali dan membaca “Alloohumma antas salaam waminkas salaam tabarokta yaa dzaljalaali wal Ikroom.” “Ya Allah Engkaulah Yang Maha Sejahtera dari Mulah kesejahteraan Maha Suci Engkau wahai Rabb Yang Maha Agung dan Maha Mulia.” Dari Mu’adz bin Jabal bahwasanya Nabi saw pada suatu hari memegang tangannya kemudian bersabda “Wahai Mu’adz sesungguhnya aku mencintai kamu aku berpesan kepadamu wahai Mu’adz janganlah kamu tinggalkan setelah selesai salat membaca doa “Allohumma a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wahusni ‘ibaadatika.” “Ya Allah tolonglah aku di dalam berzikir bersyukur dan beribadah dgn baik kepadamu.” Dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya Rasulullah saw membaca pada tiap selesai salat fardu “Laailaaha illallohu wahdahu laa syarikalahu lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qodiir. Allohumma laa maani’a lima a’thoita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzaljaddi minkal Jaddu.” “Tiada sesembahan yg hak melainkan Allah Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah kerajaan dan pujian sedang Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yg mampu mencegah apa yg Engkau berikan dan tidak ada yg mampu memberi apa yg Engkau cegah. Dan tidaklah berguna kekuasaan seseorang dari ancaman siksa-Mu.” Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda “Siapa yg membaca tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali serta takbir 33 kali kemudian menggenapkan hitungan keseratus dgn bacaan “Laailaaha illallohu wahdahu laa syarikalahu lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qodiir.” “Tiada sesembahan yg haq melainkan Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu} maka ia akan diampuni kesalahan-kesalahannya sekalipun sebanyak buih di lautan.” “Dari Abu Umamah bahwa Nabi saw bersabda “Barangsiapa membaca ayat Kursi pada tiap-tiap selesai salat maka tidak ada lagi yg menghalanginya utk masuk surga hanya saja dia akan meninggal dunia.” Dari Sa’d bin Abi Waqqas bahwasanya dia mengajari anak-anaknya beberapa bacaan sebagaimana halnya ketika seorang guru mengajari anak-anak menulis dan dia berkata “Sesungguhnya Rasulullah saw memohon perlindungan kepada Allah dgn membaca bacaan-bacaan tersebut pada tiap-tiap selesai salat yaitu“Allohumma inni a’udzu bika minal bukhli wal jubni wa a’udzu bika min fitnatil mahyaa wamin ‘adzabil qobri.” “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut. Aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak dijadikan pikun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan dari siksa kubur.”Referensi
    Diadaptasi dari Tuntunan Salat Menurut Alquran & As-SunahSyaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
    Shalat Empat Mazhab ‘Abdul Qadir Ar-Rahbawi

Orang yang Paling Merugi Perbuatannya


Firman Allah Ta’ala yg artinya “Katakanlah ‘Maukah kamu Kami beritahukan tentang orang-orang yg paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yg telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adl orang-orang yg kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan perjumpaan dgn Dia maka terhapuslah amalan-amalan mereka dan Kami tidak mengadakan penimbangan amal bagi mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu adl neraka Jahannam disebabkan kekafiran mereka dan krn mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olokan’.” Manusia dalam berbuat atau beramal dalam kehidupan dunia ini bisa kita bagi pada dua kategori utama. Pertama manusia yg melandaskan amalnya atas dasar iman kepada Sang Pencipta alam semesta Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Kedua orang yg beramal tetapi kafir terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Kemudian kelompok pertama bisa kita bagi lagi menjadi empat
    Yang berbuat kebajikan dgn landasan pengetahuan.Kelompok ini tentu saja menjadi orang yg beruntung krn orang yg tahu kebaikan dan bagaimana melakukannya niscaya dibimbing Allah dalam tindakannya dan diberi ganjaran yg berlipat ganda.
    Yang berbuat kebajikan tanpa landasan pengetahuan.Kelompok ini merupakan kelompok yg sifatnya spekulasi krn seseorang yg berbuat suatu kebaikan tanpa dilandasi ilmu yg benar bisa jadi ia tepat sasaran bisa jadi pula salah sasaran. Tetapi hal itu cenderung menyesatkan pelakunya bahkan kepada orang lain krn tanpa landasan ilmu.
    Yang tak berbuat kebajikan krn tidak tahu.Kelompok ini tentu saja telah menyia-nyiakan potensi yg telah dikaruniakan Allah kepadanya utk beramal di muka bumi ini dgn sebaik-baiknya.
    Yang tak berbuat kebajikan walaupun punya pengetahuan tentang kebajikan.Kelompok ini juga telah menyia-nyiakan ilmu pengetahuan dan potensi lain yg dikaruniakan Allah kepadanya. Meski demikian setidaknya mereka punya suatu keuntungan dgn iman yg ada pada mereka. Itu tetap lbh baik dari pada kekufuran dgn amal yg banyak. Namun hal ini tidak boleh menjadikan kita terpaku pada hal-hal yg demikian. Seorang muslim harus dinamis dan berkembang. Dari tidak tahu harus menjadi tahu dari tidak berbuat menjadi berbuat. Kemudian kita lirik kelompok kedua yaitu orang-orang kafir. Mereka pun terbagi empat yaitu
    Yang berbuat kebajikan dgn pengetahuan mereka tentang kebajikan.
    Yang berbuat dan menyangka bahwa itu adl kebajikan.
    Yang tidak berbuat kebajikan dan tidak tahu kebajikan
    Yang tidak berbuat kebajikan walaupun tahu kebajikan. Mereka semua dgn kekafirannya sebenarnya sudah termasuk orang yg merugi. Mereka telah menghapus amal mereka sendiri. Namun yg paling merugi tentunya adl mereka yg telah berbuat banyak dan menyangka bahwa ia telah berbuat sebaik mungkin. Ternyata begitu datang hari kiamat yg pada hari itu segala amalan akan dihisab ia mendapati segala amal yg diperbuatnya sia-sia dan terhapus. Betapa sangat meruginya orang yg demikian krn sudah keluar segala daya upaya baik tenaga pikiran harta waktu dan sebagainya selama di dunia tetapi semua itu sia-sia di akhirat kelak. Sehingga dgn tiadanya amalan mereka tidak perlu lagi ditimbang krn memang tidak ada yg akan ditimbang. Ini semua krn kekafiran mereka terhadap Allah ayat-ayat-Nya hari akhir yg merupakan hari perjumpaan dgn Allah dan segala amal perbuatanmakhlukdi beri ganjaran. Amal perbuatan mereka Allah perumpamakan dgn fatamorgana yg berada di padang pasir. Dari jauh disangka air begitu didekati ternyata tidak ada apa-apa. Sesungguhnya amal mereka telah diberikan di dunia sesuai dgn niat mereka. Bukankah mereka berbuat agar dikenang generasi-generasi berikutnya? Hal itu sudah mereka dapatkan. Bukankah mereka telah mendapatkan ketenaran yg mereka inginkan dari kebaikan mereka? Masih banyak lagi motivasi mereka yg tentu saja tidak satu pun krn Allah krn memang mereka tidak beriman kepada-Nya. Namun dunia tidak selalu memberikan yg memuaskan sehingga mereka semuanya tidak mendapatkan keinginan mereka. Ini adl sebuah fenomena yg dapat kita saksikan tiap saat pada kehidupan orang-orang kafir. Banyak di antara mereka yg menyumbang ribuan jutaan bahkan milyaran dolar utk kemanusiaan dan sebagainya. Banyak yg memperjuangkan kebajikan di mana-mana dgn segala atributnya. Padahal sesungguhnya mereka tertipu dgn semuanya itu. Mereka berbuat kebajikan sesama makhluk namun di saat bersamaan mereka kafir terhadap Pencipta mereka Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Mereka telah menjadikan ayat-ayat Allah dan para rasul-Nya sebagai bahan olok-olokan. Lihatlah bagaimana para kuffar itu menertawakan Islam ajarannya serta kaum muslimin. Ayat-ayat Allah mereka jadikan bahan ejekan dalam diskusi seminar tulisan dan berbagai macam cara lainnya. Ayat-ayat Allah terlalu nyata utk diingkari terlalu mulia utk dilecehkan dan terlalu banyak utk dibilang. Apa yg ada di semesta ini merupakan ayat-ayat Allah disamping yg Allah wahyukan dalam Alquran. Hari akhir sebagai hari pembalasan adl suatu yg pasti datang. Pada saat itu semua orang akan mendapatkan ganjaran dari segala yg diperbuatnya. Adalah suatu yg tak dapat diingkari bahwa tiap perbuatan mempunyai akibat dan konsekuensi sendiri-sendiri. Yang baik tentu saja berakibat baik begitu juga sebaliknya. Namun kenyataannya dalam kehidupan dunia ini banyak orang yg berbuat baik tetapi belum mendapatkan balasannya. Contoh orang beriman yg mati dalam menyelamatkan seseorang dari kebakaran. Karena luka bakar yg dideritanya misalnya. Tentunya ia belum mendapatkan balasan yg pantas. Pujian manusia terhadap keberaniannya tidaklah berarti apa-apa dibanding pengorbanannya. Toh pujian manusia adl sebuah fatamorgana juga. Apakah mungkin pengorbanannya sia-sia? Tidak sekali-kali tidak. Allah Maha Mengetahui dan Maha Adil lagi Maha Pengasih. Hanya Dia-lah yg akan membalas segala pengorbanan seorang hamba. Di lain pihak kita lihat banyak orang yg telah berbuat kezaliman di dunia ini mati sebelum mendapatkan ganjaran dari kezalimannya. Bahkan ia juga meninggalkan penderitaan dan kesengsaraan bagi orang banyak. Sementara semasa hidupnya ia enak-enak ongkang kaki di atas penderitaan orang lain. Percaya tak percaya Allah pasti akan membalasnya. Sesungguhnya tidak ada yg dapat menghindari dari Allah. Sesungguhnya siksaan Allah itu sangat pedih di luar kemampuan yg kita bayangkan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Marilah berlindung kepada Allah dari kerugian di akhirat kelak. Wallahu A’lam.

Pembicaraan dan ucapan


1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yg baik-baik atau diam.
2. Siapa yg memberi jaminan kepadaku utk memelihara di antara rahangnya dan di antara kedua pahanya niscaya aku menjamin baginya surga.
3. Barangsiapa akhir ucapannya Laa ilaaha illallah ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.
4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adl sihir. {HR.
Bukhari}
5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam.
Penjelasan: Bicara saat emosi dapat menyesatkan.
6. Diam adl suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yg melakukannya.
7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong yg diomongkan dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya.
8. Apabila ada orang yg mencaci-maki kamu tentang apa yg dia ketahui pada dirimu janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yg kamu ketahui pada dirinya krn pahalanya utk kamu dan kecelakaan utk dia.
9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya.
10. Kebanyakan dosa anak Adam krn lidahnya.
11. Berhati-hatilah dalam memuji sesungguhnya itu adl penyembelihan.
1
2. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw lalu beliau berkata kepadanya Waspadalah kamu sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya . {HR.
Ahmad} 1
3. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yg suka memuji dan menyanjung-nyanjung. 1
4. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Beliau bersabda Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yg dia tidak sukai.
1
5. Seorang mukmin bukanlah pengumpat pengutuk berkata keji atau berkata busuk.
1
6. Semua umatku diampuni kecuali yg berbuat terang-terangan yaitu yg melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dgn berkata Hai Fulan tadi malam aku berbuat begini..begini. Dia membuka tabir yg telah disekat oleh Allah Azza wajalla.
1
7. Yang paling aku takutkan bagi umatku adl orang munafik yg pandai bersilat lidah.

Mencintai Allah


“Katakan apabila bapak-bapakmu anak-anakmu saudara-saudaramu istri-istrimu keluarga besarmu harta yg kamu cari perdagangan yg kamu khawatir kebangkrutannya dan rumah tinggal yg disenanginya lbh kamu cintai daripada Allah Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”
Pendahuluan Alhamdulillah kita telah dijadikan sebagai hamba-hamba muslim yg berserah diri kepada-Nya dgn menyatakan Laailaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah. Hanya saja kenyataannya masih banyak dari kita yg belum konsekuen dgn pernyataannya. Kita menyatakan mencintai Allah kenyataannya lbh mencintai hawa nafsu kita sehingga tidak sedikit ajaran Allah yg kita langgar. Bahkan lbh dari itu menuhankan kebendaan dgn cara mencintainya melebihi cinta kita kepada Allah. Oleh krn itu Allah mensinyalir hal tersebut dalam Al-Quran surat Al-Baqarah 165 “Sungguh orang beriman lbh mencintai Allah daripada yg lainnya.
Definisi cinta menurut terminologi bahasa adl kecenderungan atau keberpihakan. Sementara menurut terminologi syara’ adl keberpihakan kepada yg dicintai sehingga mengikuti apa yg dia kehendaki dan meninggalkan apa yg tidak dia sukai baik secara terang-terangan atau tersembunyi.
Hal-hal yg dapat memalingkan cinta kita kepada Allah seperti yg disitir Allah dalam Al-Quran surat Al-Imran “Dihiasi bagi manusia cinta kepada hawa nafsunya daripada wanita anak-anak kumpulan emas dan perak kuda berwarna peternakan pertanian itulah isi dari kehidupan dunia dan Allah memiliki tempat kembali yg labih baik
Di atas disebutkan enam bagian yg apabila dicintai oleh manusia melebihi cintanya kepada Allah atau mengikuti kehendak mereka sampai mengangkangi kehendak Allah maka berarti telah menuhankan hal-hal tersebut ini sangat berbahaya. Lebih tegas lagi Allah memperingatkan dalam surat At-Taubah 24 “Katakan apabila bapak-bapakmu anak-anakmu saudara-saudaramu istri-istrimu keluarga besarmu harta yg kamu cari perdagangan yg kamu khawatir kebangkrutannya dan rumah tinggal yg disenanginya lbh kamu cintai daripada Allah Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.
Bagaimana Kita Mencintai Allah Dalam upaya mencintai Allah kita harus mengenalnya dgn baik sesuai dgn informasi Al-Quran dan Rasulullah saw baik kaitannya dgn rububiyah-Nya atau uluhiyah-Nya atau asma’ dan sifat-sifat-Nya baru kemudian mengenal hukum-hukum-Nya baik perintah maupun larangan. Seorang dikatakan mencintai Allah apabila memenuhi empat syarat 1. Berbuat sesuai dgn kehendak Allah dgn menjalankan perintah-perintah-Nya. 2. Meninggalkan seluruh larangan-Nya baik secara dhohir maupun batin. 3. Mencintai orang-orang yg dicintai Allah yaitu kaum beriman. 4. Membenci mereka yg dibenci Allah yaitu kaum kafir fasik dan munafik.
Apa saja yg menghantarkan kita mencintai Allah. Menurut Ibnul Qayyim seorang ulama’ abad ke-7 ada sepuluh hal yg menyebabkan orang mencintai Allah SWT 1. Membaca Al-Quran dan memahaminya dgn baik. 2. Mendekatkan diri kepada Allah melalui media sholat sunnah sesudah sholat wajib. 3. Selalu menyebut dan berdzikir dalam segala kondisi dgn hati lisan dan perbuatan. 4. Mengutamakan kehendak Allah disaat berbenturan dgn keinginan hawa nafsu. 5. Menanamkan di dalam hati asma’ dan siaft-sifat Allah SWT dan memahami maknanya. 6. Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita baik ni’mat dhohir maupun ni’mat batin. 7. Menunduk hati dan diri ke kehariban Allah. 8. Menyendiri bermunajat dan membaca kitab suci-Nya diwaktu malam saat orang sedang lelap tidur. 9. Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang sholeh serta mengambil hikmah dan ilmu mereka. 10. Menjauhkan segala sebab-sebab yg dapat menjauhkan kita daripada Allah.
Penyeimbang Cinta Kepada Allah Untuk mencintai Allah diperlukan penyeimbang. Digambarkan oleh para ulama bahwa cinta itu bagaikan badan burung sehingga ia tidak bisa terbang kecuali dgn dua sayap. Dua sayap itulah penyeimbang cinta kita kepada Allah yaitu rasa harap di satu sisi dan rasa cemas di sisi lain. Rasa harap akan menimbulkan khusnudzan kepada Allah. Bila kita mengerjakan kebaikan kita berharap amalan kita itu diterima sebagai amal shaleh yg berpahala. Sementara rasa cemas akan mendorong kita melakukan kebaikan krn rasa cemas itu kita khawatir jangan-jangan amalan baik kita tidak diterima Allah krn ada faktor X-nya. Maka apabila ada rasa cemas pada diri seseorang ketika dia mengerjakan hal-hal wajib tercermin di dalam benaknya jangan-jangan amalan itu tidak diterima atau kurang sempurna maka dia terdorong utk mengerjakan sunnah-sunah dst. Rasa cemas itu juga yg dapat mencegah seseorang utk tidak melakukan maksiat dan dosa. Dengan demikian burung yg berbadan cinta bersayap rasa harap sebelah kanan dan rasa cemas di sebelah kiri maka burung itu akan terbang melayang ke langit bersujud dihadapan sang maha perkasa dan bijaksana. Wallahu a’lam.